Banyak komunitas pencinta film klasik dan arsip sejarah Islam membagikan salinan digital yang telah direstorasi ke kualitas HD (High Definition) agar nyaman ditonton di layar modern.
Film ini dengan jelas menunjukkan bahwa Islam tersebar bukan karena pedang, melainkan karena keadilan, kesetaraan derajat manusia, dan penghapusan perbudakan. Adegan dialog di depan Raja Negus dari Abisinia memperlihatkan kesamaan yang indah antara ajaran Islam dan Kristen terkait sosok Nabi Isa (Jesus) dan Bunda Maria.
The film is celebrated for its massive scale and cultural sensitivity:
The film's quality is a direct result of the talented individuals behind and in front of the camera.